BUKU CETAK (PRINTED BOOK)
Irreplaceable
Amanita Virosa. Itulah nama lengkapnya. Diambil dari nama spresies jamur yang menyebabkan kematian pada manusia enam jam setelah memakannya. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui asal usul namanya itu. Padahal dia selalu bangga menggunakan nama tersebut meskipun selalu kecewa dengan orang-orang yang tidak memberikan respon ketika mendengar namanya.
Amy, panggilannya, tidak tahu mengapa tidak punya minat berteman dengan yang lain seperti kebanyakan orang. Itulah alasan mengapa dia tidak bisa disebut sebagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupan. Memang terlalu berlebihan, apabila bagi Amy merasa tidak membutuhkan siapa pun di dunia yang keras ini. Amy punya keluarga. Tetapi, soal ‘teman’, baginya memiliki satu teman dekat lebih baik daripada seribu teman.
Amy menyukai hidupnya yang seperti itu. Bebas. Tidak mengenal banyak orang. Tapi jangan bayangkan dia seorang nerd yang datang ke sekolah dengan kacamata berlensa tebal dan berbingkai lebar yang merosot hingga ke batang hidung, mata menatap ke bawah tak berdaya, badan bungkuk mendekap buku-buku setebal Yellow Pages, dan berjalan secepat mungkin menjauhi kerumunan. Amy bukan anak yang seperti ini.
Amy adalah pribadi yang melihat lurus ke depan. Dia selalu berjalan dengan kepala menatap ke depan. Dari cara berjalan dan menatap saja, orang sudah dapat menilai pribadi orang lain.
Amy mencintai keheningan. Keheningan menciptakan kedamaian yang dapat membuatnya lebih tenang berpikir. Amy cinta berpikir. Amy cinta memikirkan banyak hal, bahkan hal yang remeh-temeh sekalipun. Menurutnya, cara memanfaatkan otak yang diciptakan oleh Sang Pencipta untuk kita adalah dengan menggunakannya untuk berpikir. Bahkan, Amy memasukkan berpikir ke dalam daftar hobinya, selain belajar dan membaca.
Dari jaman sekolah sampai bekerja di sekolah, selalu menemukan orang-orang seperti Amy ini. Pintar dan memiliki segalanya tidak butuh orang lain. Ada, ada banget orang kayak gini. Padahal pintar saat masa-masa di sekolah, belum tentu di masa depan adalah yang paling sukses. Orang pintar biasanya dikalahkan orang cerdas. Seperti halnya Amy, suatu saat dia akan menemukan apa rasanya berbagi dan butuh orang lain.
Tidak tersedia versi lain